TETAP TAATI PROTOKOL KESEHATAN

Tahun 2020 merupakan tahun membahagiakan bagi anak-anak kelas 9 MTs. Jenjang pendidikan dasar 9 tahun yang diwajibkan pemerintah telah mereka jalani hingga berakhir baik (Husnul khatimah). Tiga tahun menjalani pendidikan di MTs bukanlah tugas yang ringan. Setiap hari mulai dari bangun pagi, menyiapkan bekal sekolah, mengikuti kegiatan belajar di kelas maupun luar kelas, mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru serta kegiatan ekstrakurikuler dijalaninya dengan tekun dan penuh kesabaran. Di Madrasah memadukan ilmu umum dan agama menjadikan peserta didik selain cerdas juga berakhlak. Diharapkan setelah lulus kelak peserta didik selain cakap dalam menghadapi jamannya juga tidak melupakan Tuhannya. Inilah kelebihan Madrasah dibandingkan dengan pendidikan pada umumnya.

Melewati 3 tahun di MTs pasti ada suka dan dukanya. Semua tersatukan dalam memori masing masing hingga tua kelak. Berakhirnya pendidikan di MTs menjadi cambuk bagi mereka untuk giat dan terus menerus melanjutkan pendidikannya. Maka tak aneh jika out put MTs setara dengan out put sekolah. Di antara mereka mampu bersaing untuk mendapatkan sekolahan favorit, dan ke madrasah program khusus. Yang pasti kebanyakan dari alumni mampu melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. 

Tahun ini ada yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Di tahun ini anak anak tidak mengikuti ujian nasional. Sebagai gantinya diikutkan ujian madrasah secara online. Pandemi covid-19 telah merubah itu semua. Di pertengahan maret pemerintah mengumumkan secara serentak sekolahan diliburkan. Murid dan guru mau tidak mau harus menghadapi kenyataan ini. Beralihlah tatap muka di kelas dengan daring (dalam jaringan). Rencana anak anak setelah ujian nasional mengadakan kegiatan ahirusanah (akhir tahun) menjadi tinggal rencana.

Semua kejadian telah Allah tetapkan dalam KitabNya. Manusia hanya menjalaninya. Hingga akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Ijazah sebagai tanda telah menyelesaikan studi telah diterimakan. Namun demikian tetap mengikuti protokol kesehatan. Sampai kapan pandemi ini berakhir? Wallahu a’lam. Manusia hanya berusaha dan berdoa agar tetap terhindar dari musibah dan malapetaka.

_AMR_

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *