Klaten – Indonesia dan dunia sedang mengalami bencana yang luar biasa. Pandemi, istilah ini baru dan ternyata efeknya sangat nyata untuk sekarang ini. Banyak lini kehidupan dibuat terpuruk dengan adanya bencana ini. Dari mulai bidang ekonomi, politik, budaya, sosial, tak terkecuali bidang pendidikan. Banyak kebijakan yang Pemerintah mulai terapkan untuk menghadapi keadaan luar biasa ini. Diantaranya di bidang pendidikan adalah kebijakan untuk belajar dari rumah untuk para siswa.

Sejak awal pandemi ini muncul di Indonesia kekhawatiran terbesar adalah penyebarannya yang meluas dikalangan pelajar. Untuk itu, pemerintah menerapkan kebijakan belajar dari rumah. Proses pembelajaran dari rumah sendiri sebenarnya tidaklah mudah. Tidak bisa disamakan dengan program home schooling. Karena metode dan kurikulum yang digunakan pun berbeda. Seluruh tenaga pendidik bagu membahu supaya kegiatan pembelajaran dari rumah ini berjalan lancar dan disesuaikan dengan kurikulum di sekolah.

Di MTs Negeri 1 Klaten, kegiatan belajar dirumah sendiri dilaksanakan sejak tanggal 16 Maret 2020. Banyak metode yang digunakan setiap pendidik dalam menyampaikan materinya. Semua pihak berkolaborasi demi tercapainya tujuan bersama, siswa bisa belajar dari rumah.

Sejak awal pembelajaran dari rumah semua pihak berharap agar kondisi segera pulih dan para siswa dapat belajar lagi di sekolah. Namun, kondisi yang masih belum stabil tidak memungkinkan untuk siswa kembali belajar di sekolah. Setelah 78 hari kegiatan belajar dari rumah, tibalah saatnya untuk Penilaian Akhir Tahun (PAT).

Untuk pertama kalinya PAT dilakukan secara daring atau online. Sungguh suatu kerja keras tersendiri untuk para pendidik menyelenggarakan PAT dalam masa yang tidak pasti ini. Banyak kendala yang dialami oleh para guru di MTs Negeri 1 Klaten, mulai dari pengumpulan file soal, memasukkan data ke Google form, kendala komunikasi dan banyak kendala eksternal maupun internal lainnya. Tapi berkat kerja keras dan kerjasama semua pihak, alhamdulillah PAT sudah berjalan sejak Senin, 2 Juni 2020.

Namun, ternyata dalam proses pelaksanaanya pun tidak mudah. Kendala dari siswa kini menjadi permasalahan tersendiri. Ada beberapa siswa yang terkendala smartphone, signal, maupun koneksi internet. Kembali lagi, koordinasi antara wali kelas dan wali murid sangat berperan dalam hal ini. Karena kita semua tahu, kondisi ini tidak mudah untuk siapapun saat ini, apalagi untuk para siswa yang memiliki kemampuan akademis maupun kemampuan financial yang berbeda. Karena walaupun sekarang kita berada di badai yang sama, kapal kita semua berbeda.

Semoga kondisi akan lebih baik kedepannya dan para siswa MTs Negeri 1 Klaten bisa segera kembali sekolah seperti sedia kala.

-FNL-

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *