Makna Pancasila

Mengupas Pancasila, Ideologi negara yang terbukti “Kesaktiannya”

Pancasila berasal dari kata “Panca” nama nomer urutan atau Bahasa Jawa Kawi berarti Lima ( 5 ), jumlah hitungan lima, sila berarti kata-kata dalam kalimat berbaris, bisa disebut sila.

Kalimat Pancasila itu muncul ketika akan menamai dasar negara Indonesia. Rumusan-rumusan dasar negara itu diolah tim perumus yaitu BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ). Perumus itu adalah Soekarno, Muh. Yamin, Agus Salim. Pancasila yang sekarang ini hasil tim perumus dan disahkan pada tanggal 18-08-1948 sebagai dasar negara dan disepakati para pendiri negara.

Pancasila hanya di Indonesia, berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum ketatanegaraan berbangsa dan bernegara. Pancasila tidak berlaku di negara asing, hanya untuk Indonesia. Pancasila bisa diimplementasikan sangat luas, nilai yang terkandung di dalam sumbernya dari Al Qur’an, filosofis Pancasila luhur.

Sila-sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai yang filosofis yang tinggi, bila diterapkan di dalam berbangsa dan bermasyarakat, tidak ada pertentangan, misalnya agama, budaya maupun adat istiadat. Pancasila hasil karya bangsa Indonesia, sebagai dasar negara sebuah bangsa, yang merdeka dan berdaulat. Kedudukannya di atas Undang-Undang negara dan peraturan-peraturan di bawahnya.

Pancasila bukan alat politik kekuasaan, namun sebagai pengejawantahan kedaulatan rakyat, dalam menjalankan amanat rakyat. Kemakmuran dan keadilan masyarakat. Konsep dasar negara Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip keagamaan lima agama yang berlaku di Indonesia.

Gerakan-gerakan yang merongrong Pancasila, yakni PKI, DI/TII dapat ditumbangkan, artinya keampuhan Pancasila itu dijaga dan dilestarikan oleh rakyat dan bangsa Indonesia. Pahit getir rakyat pada masa penjajahan kolonial kurang lebih 350 tahun, tidak mempunyai negara yang utuh, apalagi dasar negara ampuh.

Tanggal 1 Juni 1945 para pendiri bangsa berembuk usulan-usulan gagasan dasar negara, itu baru gagasan belum final seperti yang ada sekarang ini. Jadi tanggal 1 Juni belum bisa disebut lahirnya Pancasila, yang tepat lahirnya Pancasila itu ketika disahkan tanggal 18-08-1945 sebagai dasar negara. Karena tanggal 1 Juni 1945 itu baru mulai mengajukan rumusan oleh para pendiri bangsa, jadi belum final, masih digodog di BPUPKI, ini sejarah.

Maka sejarah jangan digoreng, untuk kepentingan politik demi kepentingan politik individu. Ketika Orde Baru tanggal 1 Oktober 1965 dijadikan hari Kesaktian Pancasila, karena Pancasila akan dihapus dengan G30S PKI nya, maka tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai hari kesaktian Pancasila. Sejarah data yang orisinil tidak sekedar menjadi catatan, kembali pada sejarah.

_WR_

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *