sambut muharam dengan perbanyak ibadah.

Dalam budaya jawa terdapat nama-nama bulan yang salah satunya adalah bulan “Suro”, yang sebagian orang menganggap sebagai bulan wingit. Kalau di runut dari segi bahasa sebenarnya kata “Suro” itu berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata Asyura yang artinya sepuluh. Dalam Kalender hijriyah Assyura merupakan tanggal sepuluh dari bulan Muharram,yang mana pada tanggal tersebut banyak peristiwa-peristiwa besar yang istimewa. Pada tanggal 10 Muharram Allah memuliakan 10 Nabinya, diantaranya:

1. Diterima taubatnya Nabi Adam as. oleh Allah pada 10 Muharram,

2. Allah mengangkat Nabi Idris ke langit pada pada tanggal 10 Muharram.

3. Berlabuhnya perahu Nabi Nuh yang mendarat di atas gunung Judd.

4. Allah mengangkat Nabi Ibrahim sebagai khalilullah atau kekasih Allah pada tanggal 10 Muharram.

5. Allah mengampuni Nabi Daud pada tanggal 10 Muharram.

6. Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman pada 10 Muharram.

7. Allah memberi kesembuhan kepada Nabi Ayub dari sakitnya selama puluhan tahun pada 10 Muharram.

9. Nabi Yusuf dan Nabi Yakub sempat terpisah selama 40 tahun, lalu Allah kumpulkan kembali Nabi Yusuf dan Nabi Yakub, pada 10 Muharram.

10. Peristiwa lahirnya Nabi Isa serta naiknya ia ke langit juga pada 10 Muharram.

Bagi kita umat islam zaman ini, tanggal 10 Muharram merupakan hari dimana disunnahkan menjalankan puasa sunnah yang disebut dengan Puasa Asura. Hukum puasa ini adalah sunnah Muakkadah. Hikmah menjalankan puasa Asura ini adalah dihapusnya dosa-dosa setahun yang telah lalu.

Dalam Hadits Rasulullah SAW. Menjelaskan:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (syahrullah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu” (HR. Muslim, no. 1982).

Dalam hadits lain dikatakan:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: “Puasa ‘Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).

Masih banyak hadits yang menjelaskan tentang puasa Arafah ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

حَدِيْثُ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ قُرَيْشًا كَانَتْ تَصُوْمُ عَاشُورَاءَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ثُمَّ أَمَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصِيَامِهِ حَتَى فُرِضَ رَمَضَانَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْهُ.”

Artinya: Hadits Urwah, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa saat zaman jahiliyah dahulu orang-orang Quraisy melaksanakan puasa Asyura. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan umatnya untuk melaksanakan puasa tersebut. Sampai turun kewajiban puasa Ramadhan. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagi yang ingin, silakan puasa, bagi yang tidak puasa juga tidak mengapa.”

Hadits yang lain menjelaskan:

حَدِيْثُ سَعِيْدُ بْنُ جُبَيْرِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ فَرَأَى الْيَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ: “مَا هَذَا؟ “قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ نَجَى اللهُ فِيْهِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى قَالَ: “فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ” فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ.

Artinya: Hadits Said bin Jubair dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Ketika tiba di Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi melakukan puasa ’Asyura. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya,

“Hari yang kalian bepuasa ini hari apa?”

Orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Ini adalah hari yang sangat mulia. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya. Ketika itu pula Fir’aun dan kaumnya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini dalam rangka bersyukur, maka kami pun mengikuti beliau berpuasa pada hari ini.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian.” Lalu setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.”

BAGAIANA CARA MELAKUKAN PUASA ‘ASYURA..?

Puasa ‘Asyura bisa dilakukan dengan tiga cara, antara lain:

PERTAMA : Mengiringi puasa Asyura dengan puasa sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya. Jadi puasa tiga hari yaitu  tanggal 9, 10 dan 11 Muharrom. Inilah yang paling sempurna.

KEDUA : Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram (puasa Tasu’a dan Asyura), sesuai dengan petunjuk dalam hadits Nabi SAW.

لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Jika saya masih hidup di tahun depan, niscaya akan berpuasa pada hari kesembilan” (HR Muslim)

Diantara hikmah puasa tasu’a adalah Untuk menyelisihi orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.

KETIGA : Berpuasa pada hari ‘Asyura tanggal 10 Muharram saja.

Wallahu Ta’ala A’lam

ABD.

#

5 Responses

  1. Terima kasih. Atas ilmunya insyaallah kita berusaha untk mencintai amal amal yang dicontohkan Nabi kita…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *